Tanggamus — Petani bawang merah Pekon Way Halom Kecamatan Gunung Alip Kabupaten Tanggamus, Lampung, yang merupakan binaan dari Bank Indonesia (BI) sukses panen raya 8 ton bawang merah jenis brebes “BA Uci”.
“BA Uci” adalah salah satu nama pasar, merek dagang untuk benih bawang merah varietas “Bima Brebes”, yang merupakan varietas lokal unggulan dari daerah Brebes.
Menurut Maulizar yang akrab disapa Enjang Ketua Kelompok Tani (Poktan) Bawang Merah Kilu Santun II Pekon Way Halom, Kecamatan Gunung Alip, Tanggamus, bahwa panen bawang merah brebes kali ini adalah untuk yang kedua kali yang mana hasil sebelumnya juga kisaran 8 ton dilahan seluas Satu Hektare Poktan Kilu Santun II.
“Kami petani bawang merah di Pekon Way Halom Gunung Alip yang tergabung dalam Poktan Kilu Santun II ini mendapat program pembinaan budidaya bawang merah dari BI yang akan berkelanjutan selama 5 tahun,” kata Maulizar Senin (23/12/2025).
Maulizar menerangkan, adapun program BI dalam pembinaan budidaya bawang merah tersebut adalah inisiatif untuk memperkuat ketahanan pangan dan stabilitasi harga dalam pengendalian inflasi harga.
Dalam pengembangan budidaya bawang merah, BI melibatkan petani binaan, selanjutnya pemberian bantuan bibit, sarana prasarana seperti tower air, dynamo air, drip irrigation, sarana pengeringan bawang, tempat penjemuran, meja sortir, gudang penyimpanan, dan alat pertanian lainnya.
Fasilitas tersebut membuat hasil panen lebih tahan lama dan siap jual dalam kondisi optimal.
“Selain infrastruktur, BI juga memberikan pelatihan keuangan dan manajemen usaha tani dan pelatihan pelatihan. Petani diajarkan cara menyusun laporan keuangan sederhana, menghitung modal usaha, hingga memahami harga pokok produksi,” terangnya.
Maulizar alias Enjang menambahkan, dalam lahan 1 hektare tersebut ditaanam bibit bawang merah jenis Bima Berebes “BA Uci” bantuan BI sebanyak 1 ton benih.
Adapun cara menanam bibit satu persatu dengan jarak kisaran 15 centimeter antara bibit, selanjutnya pemupukan semi organik, yakni campuran pupu kimia 50 kuintal dan pupuk organik 50 kuintal.
“Masa panen bawang merah setelah 55 hari tanam, apabila kita rajin dalam penyiraman yaitu pagi dan sore, hasil panen akan maksimal mencapai 8 ton. Untuk tanah di Kabupaten Tanggamus sangat cocok dengan varietas bawang merah ini. Untuk harga kami menjual dengan harga 30 ribu perkilo gram, untuk pemasaran tidak sulit, untuk memenuhi permintaan masyarakat sekitar saja habis 8 ton itu,” imbuhnya.(Wn).

