Moh. Saleh Asnawi Tegaskan Membuang Sampah Di Sungai Merusak Lingkungan.

oleh

 

Tanggamus — Bupati Tanggamus Drs. Hi. Moh. Saleh Asnawi, MA, MH dengan tegas menyatakan sungai bukan tempat sampah. Merusak sungai sama dengan merusak

sumber kehidupan, memperbesar risiko banjir, penyakit dan bencana lingkungan di masa depan.

 

Kebersihan bukan persoalan sepele. kebersihan adalah wajah peradaban. Sedangkan daerah yang bersih mencerminkan tingkat kemajuan daerahnya.

 

“Lingkungan yang terawat mencerminkan adab masyarakatnya. Dan menjaga kebersihan adalah bagian dari keimanan dan tanggungjawab moral kita bersama,” kata Moh. Saleh Asnawi Jumat (15/2/2026).

 

Pernyataan tersebut dikatakan Bupati Tanggamus Drs. Hi. Moh. Saleh Asnawi, MA, MH saat memberikan sambutan pada agenda kerja bakti (KORVE)

PERINGATAN HARI PEDULI SAMPAH NASIONAL,HARI PERS NASIONAL DAN IMPLEMENTASI GERAKAN INDONESIA ASRI TAHUN 2026 di Kabupaten Tanggamus Jumat (13/2/2026) di bantaran sungai Way Awi Pekon Negara Batin Kecamatan Kota Agung Barat, Tanggamus, Lampung.

 

Hadir dalam agenda tersebut Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kemas Amin Yusfi Camat Kobar, Kepala Kantor Urusan Agama, Para Ketua Apdesi Mirza, Kepala Pekon dan Kepala Sekolah se-Kecamatan Kota Agung Barat. Pimpinan perusahaan, dunia usaha serta Insan Pers, Pegawai dilingkungan Pemerintah Kabupaten Tanggamus; Tokoh masyarakat, Tokoh pemuda serta seluruh peserta apel.

 

Drs. Hi. Moh. Saleh Asnawi, MA, MH menjelaskan bahwa kegiatan hari ini kita laksanakan dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional yang jatuh pada

tanggal 9 Februari 2026 lalu, dan Hari Peduli Sampah Nasional tanggal 21 Februari 2026, sekaligus sebagai

bentuk nyata implementasi Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah), sebagaimana arahan

dari Bapak Presiden Prabowo Subianto, pada Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Pemerintah

Daerah tanggal 4 Februari 2026.

 

“Bapak Ibu hadirin yang Saya hormati,

Hari ini, Kita berada di Sungai Way Awi, sungai yang seharusnya menjadi urat nadi kehidupan warga, namun hari ini kondisinya sangat memprihatinkan.

Sungai ini dipenuhi sampah karena dijadikan tempat

pembuangan sampah oleh sebagian masyarakat,” jelasnya.

 

Drs. Hi. Moh. Saleh Asnawi, MA, MH juga secara khusus menegaskan peran strategis dari insan pers, khususnya Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tanggamus. Bahwa di dalam gerakan kebersihan ini, media tidak hanya

berfungsi sebagai sarana kritik terhadap pemerintah dan kritik itu dijamin oleh demokrasi. Tetapi disamping itu, media juga harus menjadi corong edukasi publik.

Media memiliki kekuatan besar untukmenggugah kesadaran kolektif masyarakat, mengubah pola pikir dan perilaku terhadap sampah, menyebarkan praktik keteladanan di tengah masyarakat.

“Saya mengajak insan pers untuk tidak berdiri di luar perubahan, tetapi ikut terlibat di dalamnya. Hadir, melihat langsung, dan menyampaikan kepada

publik bahwa menjaga sungai dan lingkungan adalahtanggunjawab bersama, bukan hanya tugas pemerintah,” tegasnya.

Drs. Hi. Moh. Saleh Asnawi, MA, MH menambahkan bahwa kegiatan kerja bakti (korve) hari ini bukan kegiatan seremonial. Ini adalah Kebulatan tekad bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanggamus serius dan konsisten dalam membenahi tata kelola lingkungan. Bupati minta kepada beberapa komponen, yaitu kepada OPD, agar menjadikan kebersihan dan pengelolaan sampah sebagai budaya kerja. Kedua kepada Pemerintah Kecamatan dan Pekon, agar aktif mengedukasi, mengawasi, dan menindak perilaku membuang sampah sembarangan. Ketiga kepada dunia usaha dan Perusahaan, agar berperan nyata melalui tanggungjawab sosial dan

lingkungan (CSR). Keempat kepada masyarakat, agar menghentikan

kebiasaan membuang sampah kesungai dan mulai mengelola sampah dari sumbernya. Gerakan Indonesia ASRI bukan sekadar slogan tapi harus hidup dalam tindakan sehari hari. Aman lingkungannya, sehat warganya, bersih perilakunya, dan indah wajah daerahnya. Saya berharap Sungai Way Awi yang hari ini kita bersihkan bersama, menjadi titik balik perubahan,

bukan hanya bersih sesaat, tetapi terjaga secara berkelanjutan, sehinga menjadi contoh bagi sungaisungai lain yang masih kotor, kumuh dan tercemar.

“Mari kita jaga sungai sebagai sumber kehidupan, jaga kebersihan sebagai martabat daerah dan jaga lingkungan sebagai amanah Tuhan Yang Maha Esa.Saya tutup dengan pantun Nasi Sayur Kuahnya Tumpah Tumpah Semua Di atas Meja.Jangan Sembarang Buang Sampah.Nanti Banjir Datang Melanda,” imbuh Bupati.(Wn).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *